Di saat yang sama, 55% wisatawan telah menggunakan AI untuk merencanakan liburan, dan 62% memperkirakan akan lebih sering menggunakannya dalam 12 bulan mendatang. Laporan ini menegaskan bahwa pertumbuhan di masa mendatang akan bergantung pada kemampuan merek pariwisata untuk membangun relevansi sebelum wisatawan memasuki tahapan pemesanan, dan melakukannya secara konsisten dalam proses penemuan melalui interaksi dengan manusia maupun yang dipandu AI.
“Kreativitas merupakan keunggulan komersial,” kata Paul Coxhill, Chief Operating Officer dan Presiden LIONS. “Berbagai penelitian empiris membuktikan peran kreativitas dalam pertumbuhan bisnis. Sektor pariwisata adalah lahan subur untuk efektivitas kreativitas. Hanya sedikit sektor yang berhubungan langsung dengan emosi, pengalaman, dan kenangan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sektor pariwisata mengalami perubahan besar dalam cara konsumen menemukan destinasi, melakukan pemesanan, dan berinteraksi dengan destinasi. Seiring meningkatnya permintaan, persaingan dan kompleksitas juga semakin besar.”
Laporan ini juga menyoroti tantangan visibilitas yang kian besar. Belanja iklan global di sektor pariwisata dan transportasi kembali meningkat hingga diperkirakan mencapai AS$32,4 miliar pada 2025, tapi pangsa suara sektor ini masih di bawah tingkat sebelum pandemi. Untuk mengembalikannya ke level 3%, investasi perlu ditingkatkan hingga AS$43,4 miliar pada tahun 2027 atau naik AS$11 miliar dalam dua tahun. Laporan ini menegaskan bahwa solusinya bukan sekadar meningkatkan belanja iklan, namun juga mengalokasikan investasi yang lebih cerdas pada media sosial, konten kreator, video, dan hiburan, yang semakin berperan dalam membentuk minat wisatawan untuk bepergian.
Dengan latar belakang ini, IDEAS That Travel menyajikan kerangka kerja praktis bagi merek-merek pariwisata berlandaskan lima faktor pendorong efektivitas: Investasi, Keunikan, Keterlibatan, Keotentikan, dan Kelancaran. Semua faktor ini dirancang untuk membantu merek membangun visibilitas, menciptakan kaitan yang mudah diingat, menarik perhatian melalui penceritaan, memperkuat kepercayaan melalui pengalaman yang kredibel, dan menghubungkan seluruh perjalanan pelanggan di berbagai titik interaksi fisik maupun digital.
Studi kasus dari Airbnb, Tourism Australia, Visit Sweden, Visit North Carolina, dan Southwest Airlines menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat dipraktikkan. Laporan ini menyimpulkan bahwa merek pariwisata yang paling siap mencapai pertumbuhan di masa depan akan bersaing untuk mendapatkan pemesanan sekaligus merebut perhatian dan membangun relevansi budaya. Hal ini menuntut integrasi antara penceritaan, konten kreator, AI, media, dan pengalaman nyata wisawatan ke dalam satu sistem yang terpadu dan selaras.
Laporan lengkap tersedia di TOURISE.com.
TOURISE merupakan platform terkemuka di dunia untuk mengubah konsep dan membentuk masa depan pariwisata.