Di luar proses penilaian S&P Global, BRI juga terus menggunakan berbagai standar dan pedoman global sebagai rujukan dalam mengembangkan praktik keberlanjutan sesuai dengan karakteristik bisnis Perseroan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa keberhasilan mempertahankan pengakuan selama empat tahun berturut-turut mencerminkan upaya BRI dalam mengikuti perkembangan standar global.
“Standar dan ekspektasi global terhadap penerapan ESG terus berkembang. BRI merespons perkembangan tersebut dengan memperkuat praktik keberlanjutan dan menggunakan pedoman yang diakui secara global sebagai rujukan. Pendekatan ini membantu kami menjaga kualitas penerapan ESG agar konsisten, terukur, dan relevan dengan kebutuhan bisnis serta pemangku kepentingan,” ujar Hery.
Salah satu bentuk respons BRI terhadap perkembangan praktik keberlanjutan global tercermin dalam penguatan kualitas pengungkapan keberlanjutan. Pada aspek lingkungan dan tata kelola, BRI mengacu pada IFRS S1 General Requirements for Disclosure of Sustainability-related Financial Information dan IFRS S2 Climate-related Disclosures. IFRS S1 mencakup pengungkapan informasi mengenai risiko dan peluang terkait keberlanjutan yang dapat memengaruhi prospek perusahaan, sedangkan IFRS S2 secara khusus memberikan kerangka pengungkapan mengenai risiko dan peluang terkait iklim.