Penerbangan bersubsidi menggunakan pesawat jenis Cessna berpenumpang 12 orang dengan frekuensi satu kali sepekan, yakni setiap Senin dengan harga tiket Rp540.020 untuk tujuan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya - Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, sedangkan sebaliknya Muara Teweh-Palangka Raya Rp493.420.

Untuk rute Muara Teweh - Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan sebaliknya dengan maskapai Wings Air setiap hari menggunakan pesawat jenis ATR-72-600 dengan kapasitas 72 penumpang, sedangkan Muara Teweh - Balikpapan,Kalimantan Timur pesawat carteran perusahaan tambang.

"Penumpang dari dan ke Banjarmasin kebanyakan pemudik dari Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur ke Muara Teweh yang transit dari Bandara Syamsudin Noor dan sebaliknya dari Muara Teweh ke Pulau Jawa yang transit melalui Banjarmasin," kata Muhammad Amrillah.Kembali beroperasinya penerbangan di Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh ini disambut gembira para pengguna jasa angkutan udara, yang selama kabut asap terpaksa menggunakan angkutan darat ke Palangka Raya, ibu kota provinsi Kalteng, dengan jarak tempuh antara 7-8 jam, sedangkan ke Banjarmasin bisa mencapai 9-11 jam.

"Alhamdulillah saya bisa pulang ke Muara Teweh menggunakan pesawat yang ditempuh dengan waktu tidak lama," kata Nema warga Muara Teweh usai melakukan perjalanan dinas ke Pulau Jawa.