NADIKABAR.COM β€” Clarissa Aurelia Nahid Saputra--salah satu penerima Beasiswa Garuda Kemdiktisaintek batch 1 tahun 2025--yang melanjutkan studi di University of California San Diego, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan startup dan memperoleh pendanaan hingga 550.000 Dolar AS.

Melalui keterangan di Jakarta, Kamis, Clarissa menuturkan ia bersama rekan-rekannya mengembangkan Clean AI Labs (tryclean.ai), sebuah perusahaan rintisan atau startup B2B yang membantu perusahaan menemukan calon pembeli berdasarkan data riil dari aktivitas bisnis, seperti pengiriman, perizinan, dan pergantian pemasok. Startup tersebut memperoleh pendanaan 50.000 Dolar AS dari Jackson Square Ventures dan 500.000 Dolar AS dari Y Combinator.

"Saya pertama mengetahui tentang Beasiswa Garuda karena partisipasi saya di program persiapan Beasiswa Indonesia Maju. Saya ingat, saya diberi tahu bahwa saya diterima Beasiswa Garuda dalam waktu yang berdekatan dengan saat saya diterima beasiswa lain. Pada akhirnya, saya memilih (Beasiswa) Garuda karena memberikan kesempatan untuk belajar di Amerika Serikat, persisnya di UC San Diego," katanya.

Clarissa yang sebelumnya menempuh pendidikan di SMAN Unggulan MH Thamrinβ€”yang kini menjadi bagian dari ekosistem Sekolah Unggul Garudaβ€” itu menceritakan dirinya berhasil memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari 14 perguruan tinggi di luar negeri. Sejumlah perguruan tinggi yang menerimanya antara lain National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), UC San Diego, UC Davis, University of Edinburgh, dan King's College London.

Dari berbagai pilihan tersebut, Clarissa memilih UC San Diego, karena mempertimbangkan kesesuaian dengan minat dan tujuan studinya.

Selama menjadi penerima Beasiswa Garuda, Clarissa memperoleh berbagai dukungan dalam menjalani perjalanan studinya, termasuk dalam mempersiapkan keberangkatan ke Amerika Serikat.

Setelah menjalani tahun pertama perkuliahan di Amerika Serikat, Clarissa memaknai Beasiswa Garuda tidak hanya sebagai dukungan untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berkembang, bertemu dengan talenta muda lainnya, serta membangun lingkungan yang saling mendukung.

"Menurut saya, Beasiswa Garuda tidak hanya membantu saya secara finansial namun juga secara sosial. Lewat beasiswa ini, saya bisa ketemu teman-teman yang sangat ambisius, dan saya sangat senang berbicara dengan mereka tentang hal-hal yang sedang terjadi di Indonesia maupun dunia global. Teman-teman saya di UC San Diego sering berkumpul dan membantu sesama," ujarnya.

Clarissa merasa berkembang baik secara akademik maupun personal. Pengalaman riset robotika, mengikuti hackathon, serta berinteraksi dengan lingkungan akademik di Amerika Serikat, turut memperluas wawasan dan membangun kepercayaan dirinya.

Setelah menjalani tahun pertama perkuliahan, Clarissa telah menyiapkan sejumlah rencana untuk melanjutkan pengembangan dirinya. Ia ingin mengembangkan teknologi yang dibangunnya agar dapat memberikan dampak lebih luas, sekaligus memperdalam bidang robotika dan AI hardware.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prioritas utama pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menteri Brian menjelaskan Beasiswa Garuda bertujuan memilih talenta terbaik bangsa untuk mengenyam pendidikan kelas dunia serta mulai 2026, pemerintah memperluas skema studi melalui program joint degree dan double degree dengan perguruan tinggi luar negeri. Pada 2025/2026, sebanyak lebih dari 400 talenta berhasil melanjutkan studi di perguruan tinggi top dunia melalui Beasiswa Garuda.

"Kita menginginkan adanya talenta-talenta unggul dari bangsa kita yang dapat bersaing di kancah global," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto.