Di sisi belanja, realisasi pengeluaran negara hingga akhir Juli mencapai Rp 1.969,6 triliun. Nilai tersebut tumbuh 18,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski belanja meningkat, defisit anggaran masih berada dalam batas terkendali. Hingga akhir Juli 2026, defisit tercatat Rp 235,6 triliun atau setara sekitar 0,91% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Purbaya juga mengantisipasi kemungkinan adanya kementerian dan lembaga yang mengajukan Anggaran Biaya Tambahan (ABT).

"Kita senang dan deg-degan sebetulnya. Senangnya ternyata masih bisa dikendalikan kan. Takutnya adalah kalau kementerian/lembaga tahu kita baru defisit 0,91%, sebentar lagi kita akan menerima ABT yang besar-besaran mungkin ya," pungkasnya.