"Terlepas dari persoalan yurisdiksi, dia tidak berniat menghindari hukum dan akan terus menempuh segala upaya hukum yang tersedia baginya," ujar pengacara Sara dalam sebuah pernyataan.
Kasus ini bermula dari pernyataan Sara pada November 2024 lalu, ketika dia mengatakan telah berbicara dengan seorang pembunuh bayaran dan memerintahkannya untuk membunuh Marcos Jr, istrinya, dan sepupunya, yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPR Filipina, jika dirinya dibunuh.
Sara telah membantah dirinya melontarkan ancaman terhadap Marcos Jr dan dua orang lainnya tersebut.