Dia menjelaskan, sebelum menyampaikan ceramah, pendakwah tersebut terlebih dahulu dipakaikan kain kafan. Pendakwah kemudian dimasukkan ke dalam liang lahat dan menjalani prosesi menyerupai pemakaman jenazah.

Menurut Yazid, liang lahat kemudian ditutup menggunakan papan dan ditimbun tanah. Bahkan, di atasnya dibuat gundukan tanah serta dipasangi nisan sebagaimana makam pada umumnya. Yazid juga menyebut tidak terdapat lubang udara pada liang lahat tersebut, hanya kabel mikrofon yang menjulur keluar untuk mendukung penyampaian ceramah dari dalam kubur.