"Sekalipun ngobrolnya berdua dengan saya, penyampaiannya (Jokowi) 'Saya tidak ada masalah dengan Ibu Mega, dan suatu saat nanti mesti akan ketemu.' Nah, hanya ngobrol itu aja yang saya ungkapkan ke DPP," ceritanya.
Buntut dari unggahan foto kunjungan tersebut di media sosialnya, DPC PDIP Surabaya mengusulkan pemecatan dirinya ke DPP PDIP. Hidayat kemudian dipanggil untuk sidang Komite Etik dan Disiplin PDIP yang dipimpin Sadarestuwati pada 26 Agustus 2026.
Dalam persidangan tersebut, Hidayat ditanya mengenai dugaan adanya langkah politik lain, termasuk isu rencana kepindahannya ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, ia membantah tegas rumor tersebut.
"Sampai saat ini belum ada dan tidak ada pembicaraan perihal itu. Wong kita itu hanya silaturahmi biasa. Lah saya ini loh siapa? Cuma kader biasa, sudah dua tahun digitu-gitukan terus," jelasnya.
Usai sidang etik, Hidayat bersama rekannya sempat menyampaikan tiga poin pernyataan sikap kader. Salah satunya mengusulkan agar DPP PDIP mempertimbangkan rehabilitasi nama Jokowi sesuai AD/ART partai.