Menurut Ratu, ia sempat merasa janggal lantaran biasanya proses endorse ada yang berkunjung ke lokasi dan ada yang membuat self record. Pun dengan beberapa video digabungkan menjadi satu atau kolaborasi. Namun, tidak dengan orderan endorse dari para tersangka arisan bodong itu.

"Ini tuh karena enggak harus self record, terus juga enggak harus saya visit ke lokasi mereka, jadi cuma kayak video saya lagi di mana gitu jadiin satu, terus bikin narasi kalau ada promosi arisan online, gitu aja sih, sesuai by order aja, karena memang job saya di situ kan ya," tutup wanita berusia 40 tahun itu.