NADIKABAR.COM — Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai tindakan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatur posisi sejumlah orang di gerbong LRT Jakarta merupakan tindakan situasional, bukan bagian dari kewenangan formalnya sebagai Seskab.
Dedi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan tindakan Teddy yang terekam dalam video dan kemudian viral di media sosial perlu dilihat berdasarkan konteks peristiwa secara utuh.
Video tersebut merekam momen ketika Teddy mendampingi Presiden Prabowo Subianto menjajal LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (16/9).
Dalam potongan video yang beredar, Teddy terlihat meminta sejumlah pejabat terkait LRT berpindah dari area gerbong yang ditumpangi Presiden. Rekaman tersebut kemudian memunculkan beragam penafsiran di media sosial, termasuk anggapan bahwa Teddy mengusir pejabat LRT.
Dedi menilai perbedaan penafsiran tersebut dapat terjadi karena publik hanya melihat potongan peristiwa tanpa mengetahui keseluruhan konteks di balik tindakan Teddy.