NADIKABAR.COM β€” Pengamat kepolisian Poengky Indarti menilai jajaran pejabat utama (PJU) Mabes Polri yang baru memiliki kapabilitas yang mumpuni untuk memperkuat profesionalisme institusi Korps Bhayangkara.

Saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu, Poengky mencontohkan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti.

Menurutnya, jenderal polisi bintang dua itu pernah bertugas di bidang intelijen sehingga memiliki fokus, skill (kemampuan), dan knowledge (pengetahuan) yang mumpuni.

Kemudian, Poengky memandang posisi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri cocok diemban oleh Irjen Pol. Herry Heryawan yang telah lama bergelut di bidang hukum dan keamanan.

β€œCocok dengan pengalaman beliau yang lama penegakan hukum dan keamanan sehingga diharapkan mampu menangani pemeliharaan keamanan dengan baik,” katanya.

Berikutnya, menurut Poengky, posisi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri sudah tepat dipercayakan kepada Irjen Pol. Asep Safrudin yang memiliki latar belakang reskrim.

Ia juga menilai posisi Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor) Polri sesuai dengan keahlian Irjen Pol Arie Ardian Rishadi yang memiliki latar belakang penegakan hukum serta pimpinan kewilayahan.

β€œIntinya, saya melihat profesionalisme semakin menguat dan hal ini menunjukkan sangat positif bagi peningkatan prestasi Polri,” ucapnya.

Selain PJU Polri, mantan anggota Kompolnas itu juga menilai sejumlah Kapolda yang baru memiliki kemampuan yang sesuai untuk memimpin wilayah mereka.

Poengky mencontohkan Kapolda Metro Jaya yang baru, yakni Irjen Pol. Dadang Hartanto. Ia menilai Dadang memiliki kemampuan yang kuat dalam memimpin wilayah dengan pengalaman sebagai Wakapolda Sumut dan Kapolda Maluku.

β€œIrjen Pol. Dadang Hartanto yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumut yang penuh tantangan serta teruji di Maluku sebagai Kapolda Maluku, saat ini dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya yang tantangannya jelas lebih berat. Itu menunjukkan penguatan skill and knowledge untuk memimpin kewilayahan,” jelasnya.

Sebelumnya, Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) sehari setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 dan mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri hingga kewilayahan.