Menurut dia, besarnya cadangan beras merupakan aset strategis pemerintah, tetapi tidak otomatis menjamin stabilitas harga apabila penyalurannya belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, pemerintah perlu membedakan stok pengaman minimum, persediaan untuk intervensi pasar, serta beras yang perlu diputar agar kualitasnya tidak menurun selama penyimpanan.

Eliza mengingatkan penyaluran secara agresif berisiko mengurangi cadangan apabila produksi awal 2027 terganggu, sementara penyimpanan terlalu lama dapat menghambat stabilisasi harga karena beras belum menjangkau konsumen.