Imas menambahkan sebagai negara yang berdaulat maka Indonesia berkewajiban untuk melindungi warganya dari dampak konflik internasional yang mengintai.
Untuk itu, ia meminta pemerintah untuk bersikap bijaksana dengan tak hanya memberikan peringatan bagi jamaah umrah untuk berhati-hati dalam melaksanakan umrah di Arab Saudi, tapi juga harus memberikan sikap tegas untuk melarang warganya berangkat menunaikan ibadah umrah.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan keselamatan jamaah umrah Indonesia adalah prioritas utama pemerintah.
Kemenhaj memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada jamaah umrah asal Indonesia yang terdampak langsung oleh situasi tersebut dan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan sebagaimana mestinya.
Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan, Kemenhaj mengimbau jamaah yang saat ini berada di Arab Saudi agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan memfokuskan kegiatan pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah.
Jamaah diminta untuk membatasi perjalanan yang tidak mendesak ke luar wilayah tersebut, mematuhi seluruh arahan otoritas setempat, menghindari lokasi yang berpotensi rawan, dan terus berkoordinasi secara aktif dengan pihak travel.