NADIKABAR.COM — Pengamat Kebijakan Publik M. Kafrawy Saenong menyoroti kehadiran Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dalam peringatan 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Kafrawy mengatakan kunjungan kerja Gibran pada Senin (2/11) itu menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kehidupan masyarakat yang beragam.

Selain menghadiri peringatan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang, Gibran diketahui juga berdialog langsung dengan petani kakao untuk menyerap aspirasi terkait sektor pertanian.

"Peringatan keagamaan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang adalah bagian dari pembelajaran toleransi bagi masyarakat," kata Kafrawy seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (4/11).

Menurut Kafrawy, kehadiran pemimpin negara dalam kegiatan keagamaan masyarakat memiliki makna penting. Pemerintah, kata dia, perlu memberikan ruang dan penghormatan kepada seluruh kelompok masyarakat, termasuk komunitas adat, keagamaan, serta penghayat kepercayaan.

"Sehingga pengakuan, penghormatan, serta pembangunan masyarakat harus dilakukan secara inklusif," ujarnya.

Di sisi lain, Kafrawy juga menilai dialog Gibran dengan petani kakao di Mamuju menjadi langkah penting untuk memastikan kebijakan pemerintah di sektor pertanian sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kunjungan ke sentra pembibitan kakao, Gibran mendengarkan sejumlah aspirasi petani, mulai dari persoalan pupuk bersubsidi, kebutuhan bibit, hingga sarana pendukung pertanian.

"Dialog Wapres dengan masyarakat petani di Mamuju tentu untuk mendorong ekonomi agar stabil sesuai dengan visi pemerintahannya. Hal ini tentu juga memastikan bahwa kebijakan pertanian tepat sasaran dan tepat guna," tutur Kafrawy.

IaKafrawy menambahkan Gibran selaku Wakil Presiden juga memiliki peran untuk memastikan program kementerian berjalan efektif dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Wapres juga memiliki tugas memastikan kerja-kerja kementerian, khususnya bidang pertanian, untuk menyejahterakan masyarakat," ucap dia.

Lebih lanjut, Kafrawy menilai pembangunan nasional perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Kunjungan kerja ke daerah, menurutnya, juga harus menjadi momentum untuk memastikan program pemerintah berjalan berkelanjutan dan menjangkau kebutuhan masyarakat.