Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta Syaripudin, TPT Jakarta pada Mei 2026 tercatat sebesar 5,79% atau sekitar 323 ribu orang. Angka itu turun dibandingkan akhir 2024 yang mencapai 6,21% atau sekitar 337 ribu orang.

Dengan demikian, terjadi penurunan sebesar 0,42 poin persentase dalam periode tersebut. Pramono mengakui angka pengangguran di Jakarta masih perlu ditekan. Dia berharap berbagai program penyediaan lapangan kerja dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan.

"Lapangan pekerjaan di Jakarta walaupun sudah mengalami penurunan, dari dulu selalu rata-ratanya enam persen, sekarang 5,79 persen, ada penurunan yang sangat signifikan, tetapi belum memenuhi kebutuhan, keinginan publik," imbuhnya.