Iyyas menyebut keterlibatan Jokowi dalam kepemimpinan partai, jika benar terjadi, dapat mempengaruhi dinamika persaingan politik nasional.

Sebab, pengalaman dan jaringan politik yang dimiliki Jokowi selama menjabat presiden juga dinilai masih relevan dalam proses regenerasi kepemimpinan.

Iyyas pun melihat Pemilu 2029 sebagai momentum penting bagi transisi antargenerasi sekaligus transformasi politik Indonesia.

"Ini momentum masa transisi antar generasi dan transformasi," ujarnya.

Menurut Iyyas, pergantian generasi kepemimpinan semestinya tidak sekadar menjadi perpindahan figur, tetapi juga diikuti pembaruan dalam penyelenggaraan negara. Hal itu diperlukan agar kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.