NADIKABAR.COM β€” Pengelolaan sampah dari rumah atau tingkat komunitas dinilai perlu berjalan beriringan dengan solusi berskala besar, seperti program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) untuk mengolah sampah yang belum tertangani.

Pengelolaan sampah berbasis warga di RT 08/RW 04, Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jakarta, menunjukkan bahwa pemilahan sampah dari sumbernya dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi.

Ketua RT 08/RW 04,Taufiq Supriadi Yusuf dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa pemilahan sampah dari rumah tangga harus menjadi fondasi pengelolaan sampah, sementara proyek Waste-to-Energy dapat menjadi salah satu alternatif untuk menangani sampah yang tidak tertangani melalui inisiatif warga.

β€œWarga harus memilah sampah dari awal. (sampah) organik itu sebetulnya seperti tambang emas yang bisa dimanfaatkan, lalu yang non-organik bisa untuk Waste to Energy,” ujar Taufiq.

Melalui kombinasi biopori, komposter, budi daya maggot, dan bank sampah, sebanyak 41 rumah tangga di lingkungan RT 08/RW 04 tersebut berupaya mengolah sampah secara mandiri.

Taufiq menyadari bahwa pengelolaan sampah berbasis warga memiliki keterbatasan, terutama dari sisi lahan dan kapasitas pengolahan.