NADIKABAR.COM β Pakar energi dari Universitas Indonesia (UI) Ali Ahmudi Achyak melihat kebijakan pengembangan biodiesel 50 (B50) dalam dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjaga ketersediaan energi di Indonesia di tengah gejolak geopolitik.
βTerkait availability (ketersediaan), pemerintah mengembangkan B40, terus ke B50. Kemarin juga sempat disebut E10. Itu konteksnya adalah ketersediaan,β ujar Ali ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Kamis.
Ali menyampaikan, salah satu parameter untuk mengukur ketahanan energi di Indonesia merupakan memastikan ketersediaan energi.
Ia menyoroti kebijakan pemerintah untuk mengembangkan B50 dan E10 sebagai strategi pemerintah untuk memastikan energi tetap tersedia di Indonesia, di tengah kelangkaan energi yang terjadi di pasar global akibat ditutupnya Selat Hormuz.
βJadi, energi harus ada. Bagaimana pun caranya,β kata Ali.