NADIKABAR.COM β€” Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata bisa membantu pemulihan perekonomian warga Pulau Flores di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi pada Agustus 2026.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, dia menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara perjalanan wisata seperti "Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores" dapat menghadirkan peluang-peluang ekonomi bagi warga Pulau Flores.

"Melalui 'Camino de Flores', kunjungan wisatawan diharapkan terdistribusi lebih merata ke kabupaten-kabupaten lain di daratan Flores," katanya.

Ia mengatakan bahwa kegiatan "Camino de Flores" menghubungkan situs religi, desa wisata, bentang alam, dan acara-acara keagamaan di Pulau Flores, yang selama ini antara lain dikenal sebagai tujuan ziarah serta tempat pelaksanaan Semana Santa dan Festival Golokoe.

Kegiatan itu bisa menjadi ajang promosi daerah tujuan wisata, tradisi dan budaya daerah, serta produk-produk lokal unggulan, yang selanjutnya dapat mendatang manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kementerian Pariwisata dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menetapkan kegiatan "Camino de Flores" pada 23–27 Oktober 2026 sebagai Proyek Percontohan Etape Tengah.

Kurang lebih 70 peserta dari komunitas karitatif akan menyusuri rute Bajawa–Boawae–Ende sejauh sekitar 70 kilometer dalam kegiatan yang memadukan perjalanan spiritual, budaya, dan sejarah itu.