"Di takraw, dia memang bertugas umpan juga. Ketika pada campuran, tugasnya umpan. Tapi, dia memang punya potensi untuk bermain mix, single-nya bagus juga," ujar Beni.

Dia menjelaskan permainan tunggal membutuhkan konsentrasi dan penguasaan area yang lebih baik karena pemain harus mengantisipasi seluruh bidang permainan seorang diri. Karena itu, latihan Sumaya kemudian lebih banyak diarahkan pada drill khusus untuk membangun pola tersebut.

Teqball, lanjut Beni, tidak memiliki spesialisasi nomor yang terlalu kaku. Pemain yang memiliki kemampuan bagus pada nomor tunggal, menurut dia, biasanya juga dapat beradaptasi dengan baik ketika bermain ganda atau campuran.

"Semakin dia bagus bermain single, kalau bermain double itu otomatis sudah bagus karena penguasaan lapangannya sudah bagus," kata Beni.

Pendekatan tersebut membuahkan hasil pada debut teqball dalam Asian Games. Sumaya mampu bangkit setelah kalah dari wakil Myanmar Wai Khin Hnin dalam fase grup dan kemudian melewati babak repechage hingga semifinal.