NADIKABAR.COM — Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengungkap banyak pengungsi gempa bumi di daerahnya yang membutuhkan bantuan terpal untuk tenda darurat. Edi Endi mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat baru bisa menyediakan 2.250 terpal dan sudah disalurkan kepada warga terdampak.
Menurut Edi Endi, kebutuhan terpal untuk tenda darurat pengungsi di Manggarai Barat mencapai 9.742 lembar. Saat ini, pihaknya masih menunggu kedatangan terpal dari Jawa untuk memenuhi kekurangan hampir 7.500 lembar terpal tersebut.
"(Disediakan) oleh pemerintah daerah, itu 2.250 lembar. Nanti yang dibagi (ke pengungsi) sejumlah 9.742 lembar," ungkap Edi Endi di Labuan Bajo, Sabtu (29/8/2026).
Selain itu, kata Edi Endi, sejumlah donatur di luar daerah juga turut membantu pengadaan terpal untuk pengungsi. Pihaknya masih menunggu kedatangan terpal tersebut.
"Semua korban itu untuk di Manggarai Barat kami bagikan terpal," tandas Edi Endi.
Keterbatasan terpal juga bukan hanya terjadi di Manggarai Barat. Pengungsi di wilayah lain di Flores juga mengeluhkan kesulitan mendapatkan terpal.
Diketahui, setiap kabupaten terdampak gempa bumi di Flores, NTT, menerima Rp 20 miliar bantuan penanganan bencana dari Presiden Prabowo Subianto. Edi Endi mengaku masih menunggu petunjuk teknis (juknis) peruntukan dan penggunaan dana bantuan presiden tersebut.
"Menunggu juknis, petunjuk teknisnya belum," kata Edi Endi.
Prabowo menyalurkan Rp 200 miliar bantuan penanggungan bencana gempa bumi di NTT. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 40 miliar disalurkan untuk Provinsi NTT. Sisanya untuk delapan kabupaten terdampak gempa di Flores.
Delapan kabupaten itu, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka dan Flores Timur. Setiap kabupaten menerima Rp 20 miliar.
Saat rapat penanganan gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi di Batalyon Yonif TP 834/WM, Nagekeo, NTT, Rabu (26/8), Prabowo menegaskan bantuan harus digunakan secara tepat. Bantuan itu digunakan untuk mendukung penanganan bencana dan membantu masyarakat yang terdampak.
Di sisi lain, Pemkab Manggarai Barat mengalokasikan Rp 13 miliar untuk tanggap darurat di daerah tersebut. Anggaran itu dialokasikan dalam pos bantuan tak terduga (BTT) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Manggarai Barat.
Edi Endi menegaskan anggaran Rp 13 miliar itu khusus untuk tanggap darurat. Bukan untuk rekonstruksi rumah dan fasilitas umumnya lainnya yang rusak akibat gempa.
"Rp 13 miliar itu untuk tanggap darurat tanggap darurat. Belum kami omong ya rekonstruksi," kata Edi Endi.