"Di sound (horeg) ini tidak begitu efektif dan signifikan untuk menambah pundi-pundi rejeki saya. Saya lebih ke hobi, dan senang kumpul dengan saudara-saudara," ujar Budi.

Dia meyakini, rezeki itu bisa didapat dengan usaha yang lain, tidak hanya dari dunia sound horeg saja. Budi bahkan mengaku siap membantu acara yang sifatnya positif seperti pengajian dan acara keagamaan lainnya.

"Kalau ada yang menghendaki, Mas Budi soundnya untuk pengajian di Alun-alun Solo, atau Alun-alun Karanganyar, saya berangkatkan. Untuk kemaslahatan akan kita berangkatkan. Bagi saya untuk shadaqah," katanya.

Sebelumnya, pria yang akrab disapa Budi menyampaikan bahwa pernyataannya yang ditujukan kepada MUI Jatim itu merupakan kekhilafan. Dia juga sudah bertemu dengan MUI Karanganyar untuk menyampaikan permohonan maaf.

"Saya sendiri sudah sampaikan saya khilaf dari pernyataan saya itu. Saya juga sudah menyampaikan dari hati yang benar-benar tulus, bahwasanya saya khilaf. Dan saya tobat," kata Budi seperti