Meski demikian, Edy menyebut saat ini belum masuk pada peralihan musim. "Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor lokal, belum menuju ke peralihan musim," tuturnya.
BMKG pun mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, seperti penurunan ketersediaan air bersih, kekeringan pada lahan pertanian, serta potensi peningkatan titik panas (hotspot) yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
"Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan air bersih, menghindari aktivitas pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan, serta menjaga kesehatan tubuh dari paparan debu dan suhu panas ekstrem," pungkasnya.