"Harga tiket masuk itu telah diaepakati bersama. Memang sudah ada konten kreator juga yang sudah menyepakati dari tahun 2019 itu, sudah ada yang bikin konten gitu," ungkapnya.

Pasca-viralnya video tersebut, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung telah mendatangi objek wisata tersebut. Kata dia, pihak dinas meminta data dan klarifikasi dari pihak pengelola.

"Iya mereka barusan ke sini, katanya meminta klarifikasi secara tertulis untuk langsung ke dinas. Klarifikasi secara tertulis terkait dengan tarif tersebut," kata Asep.

Asep menyebutkan kunjungan wisatawan ke lokasi tersebut masih terbilang sepi peminat. Menurutnya, penurunan kunjungan telah terjadi sejak tahun 2024 silam.

"Kalau Sabtu Minggu atau libur hari besar ada sekitar 150 sampai 170 pengunjung per hari. Namun untuk hari-hari biasa mah paling 15 orang," kata Asep.

Dia menambahkan, dengan adanya kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi pihak pengelola. Makanya saat ini pengelola objek wisata terus melakukan sosialisasi terkait tarif harga tiket masuk ke rumah Pengabdi Setan.

"Saya sudah informasikan terkait dengan kebijakan penyesuaian tarif gitu, untuk kegiatan liputan atau konten komersial gitu. Pengunjung diharapkan bisa memahami dengan harga tersebut," pungkasnya.