NADIKABAR.COM — Jenama otomotif asal Amerika Serikat (AS), General Motors (GM) kembali harus menelan pil pahit karena data penjualan kendaraan elektrifikasi di rumah mereka sendiri tercatat anjlok sepanjang tahun 2026.
CarsCoops pada Minggu melaporkan bahwa penurunan yang cukup drastis ini terjadi ketika pemerintah Trump menghapus kredit pajak federal sebesar 7.500 dolar AS pada September lalu.
Kabar buruk penurunan penjualan kendaraan dari perusahaan ini dimulai dari Cadillac. Pada kuartal ketiga, penjualan Escalade IQ dan IQL turun 29,2 persen menjadi 1.604 unit.
Selain itu, penjualan Cadillac Lyriq juga turun hingga 50,2 persen atau hanya menjadi 3.617 unit, penjualan Optiq turun 6,9 persen menjadi 4.550 unit, dan penjualan Vistiq turun 34,1 persen menjadi 2.587 unit. Secara total, penjualan merek Cadillac turun 30 persen menjadi hanya 32.650 unit.
Penurunan juga disusul oleh jenama Chevrolet. Jenama ini mengalami penurunan sebesar 46 persen atau hanya mampu menjual sebanyak 437.321 unit. Penjualan Blazer EV, mengalami penurunan 84,4 persen menjadi hanya 1.261 unit.
Selain itu, terdapat juga penjualan van BrightDrop 400 dan 600 yang dihentikan produksinya turun 43,6 persen menjadi 1.344 unit.
Yang paling merugi adalah Equinox EV, dengan penjualan turun hingga 92,4 persen dari 25.085 unit pada kuartal ketiga tahun 2025 menjadi hanya 1.905 unit pada kuartal terakhir. Penjualan kumulatif tahunan, juga turun 65,6 persen menjadi 18.154 unit.
Situasi di GMC pun tidak lebih baik. Tercatat, penjualan SUV dan pikap Hummer EV turun 72,9 persen pada kuartal ketiga menjadi hanya 1.423 unit.
Selain itu, penjualan Sierra EV turun 50,8 persen dari 3.374 menjadi hanya 1.661 unit. Total penjualan di seluruh merek GMC turun 4,7 persen menjadi 157.103 unit.
Secara total, GM mengakhiri kuartal ketiga dengan menjual 670.974 kendaraan, 5,5 persen lebih sedikit daripada 710.347 yang terjual pada kuartal ketiga tahun 2025.
Selama sembilan bulan pertama tahun ini, total penjualan telah turun 6,4 persen menjadi 2.012.299 unit.