NADIKABAR.COM — Jumlah pemuda Jerman yang mengajukan surat penolakan resmi untuk bertugas di angkatan bersenjata Jerman, Bundeswehr, mencapai 12.102 orang pada tahun 2026, lebih dari tiga kali lipat angka penolakan di 2025.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius sebelumnya mengatakan hanya sekitar 20 persen pria berusia wajib militer, yang menerima kuesioner sebagai bagian dari proses pendaftaran militer, menyatakan kesediaan mereka untuk bertugas di Bundeswehr.

Seperti dilaporkan surat kabar Berliner Morgenpost yang mengutip data resmi, Senin (5/10), gelombang penolakan besar-besaran itu dipicu oleh pemberlakuan undang-undang (UU) baru tentang wajib militer (wamil) di Jerman.