Atlet Indonesia yang dimaksud adalah Caroline Bangun pada nomor tunggal putri pentathlon dan Sumaya pada nomor tunggal putri teqball.

Todotua mengatakan kedua atlet itu menciptakan kejutan karena pentathlon dan teqball semula tidak masuk dalam proyeksi target medali Asian Games 2026. Ternyata, kedua nomor tersebut justru menyumbangkan hasil tidak terduga.

"Harapan kami, capaian mereka bisa menjadi semangat bagi cabang-cabang lain, bisa memberikan kejutan lain dan melebihi target medali. Tanggal 20 (September), semoga bisa menjadi medali emas pertama kita," Todotua menambahkan.