Simon menekankan pentingnya keberanian generasi muda untuk mengembangkan gagasan dan inovasi.

"Tantangan energi Indonesia membutuhkan kontribusi bersama, termasuk generasi muda," jelas Simon.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Khairul Munadi mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang telah memberikan sumbangsih pikiran dan ide inovatif dalam menjawab tantangan ketahanan energi masa depan.

"Adik-adik dilatih berpikir kritis, membangun argumen berbasis bukti, sekaligus berani menguji gagasan di hadapan publik. Melalui EIC, adik-adik ditantang melangkah lebih jauh, tidak hanya memahami persoalan energi, tetapi ikut menawarkan solusi. Inilah makna sebenarnya dari Dikti Saintek Berdampak atau Kampus Berdampak, bergeser dari sekadar menghasilkan keluaran menuju menghasilkan dampak," ujar Khairul Munadi.

Khairul Munadi menambahkan Indonesia membutuhkan generasi baru yang melihat energi bukan sekadar persoalan teknis, melainkan multidimensi, dari teknologi, ekonomi, lingkungan, hingga keberlanjutan.

"Pesan saya, jangan berhenti pada kompetisi. Kompetisi hanyalah ruang eksplorasi. Dekatkan ilmu dengan persoalan nyata dan mulailah berkontribusi hari ini," tambahnya.