Sejumlah kebiasaan yang kurang sehat disebut menjadi faktor pendorong. Di antaranya kebiasaan merokok sejak usia dini, konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, termasuk makanan ultra-proses, serta minimnya aktivitas fisik akibat gaya hidup sedentari.
Tingginya angka obesitas juga menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.
Kemenkes menyebut perubahan pola hidup tersebut turut menyebabkan penyakit jantung semakin banyak ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda.
Berdasarkan catatan medis, sekitar 39% penderita penyakit jantung di Indonesia berasal dari kelompok usia di bawah 44 tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 22% berada pada rentang usia 15-35 tahun.
Data tersebut menunjukkan bahwa usia muda tidak otomatis membuat seseorang terbebas dari risiko penyakit jantung. Pola hidup dan berbagai faktor kesehatan yang sudah terbentuk sejak usia muda dapat berpengaruh terhadap kondisi kardiovaskular di kemudian hari.