Dia juga meyakinkan masyarakat bencana banjir tahun 2011 tidak akan terulang dan 'tidak perlu panik' di tengah aksi warga yang bergegas membeli kebutuhan pokok sebagai antisipasi jika kondisi banjir memburuk. Saksi mata melaporkan sebuah gerai Makro di Ram Inthra dipadati pengunjung, hingga area parkirnya meluap sampai ke jalan raya.
Warga tampak memborong kebutuhan pokok seperti mi instan, air minum, dan ikan kaleng terlihat di setiap troli belanja. Sementara, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul kembali lebih awal dari kunkernya ke London.
Dia harusnya memimpin rangkaian kegiatan promosi investasi. Namun, dia kembali lebih cepat memantau penanganan banjir.
Dalam arahannya kepada para pejabat melalui telekonferensi, dia menegaskan penanganan banjir harus mengintegrasikan pemantauan cuaca, mitigasi bencana, irigasi, dan transportasi ke dalam satu kerangka manajemen yang terpadu dan lancar. Di wilayah hulu Bangkok, tepatnya di Bendungan Chao Phraya di Provinsi Chai Nat, debit pelepasan air secara bertahap ditingkatkan dari 1.850 meter kubik per detik menjadi 1.950 meter kubik per detik.
Masyarakat yang tinggal di dataran rendah di sepanjang Sungai Chao Phraya atau hilir bendungan dan di sepanjang Sungai Noi diimbau untuk terus memantau ketinggian air serta pengumuman resmi, sekaligus bersiap menghadapi kemungkinan perubahan situasi. Banjir dengan tingkat keparahan yang bervariasi juga dilaporkan terjadi di 20 provinsi lainnya seperti Nakhon Ratchasima, Chanthaburi, Phetchabun, Chon Buri, Chachoengsao, Buri Ram, Surin, Sing Buri, Samut Prakan, Nakhon Sawan, Phichit, Rayong, Ang Thong, Chai Nat, Uthai Thani, Prachin Buri, Ayutthaya, Sa Kaeo, Phitsanulok, Suphan Buri, dan Nakhon Phanom.