"Lapisan di atmosfer atas ini menyebarkan kembali cahaya merah dan jingga ke segala arah. Ketika pendaran cahaya merah tersebut berpadu dengan sisa bias cahaya biru di langit atas, spektrum yang tertangkap oleh mata tampak sebagai gradasi merah muda hingga lembayung," kata Marjuki, dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Sementara itu, BMKG mengatakan kondisi kualitas udara di Jakarta tetap terkendali. Menurut BMKG, warna visual langit pada ketinggian tertentu tidak dapat dijadikan tolok ukur langsung atas kualitas udara yang dihirup masyarakat di permukaan tanah.
"Berdasarkan data pemantauan konsentrasi partikulat PM2.5 oleh BMKG di Stasiun Kemayoran pada saat fenomena berlangsung, tercatat angka berkisar antara 30 hingga 39 ยตg/mยณ, berada dalam kategori sedang," katanya.