NADIKABAR.COM — Pergerakan kendaraan di penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) mulai lancar dan antrean kendaraan angkutan logistik semakin menyusut, dimana pada Jumat terpantau hanya sekitar 500 meter.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo dalam keterangannya diterima di Banyuwangi, Jumat, menyampaikan bahwa penguatan operasional terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan, sehingga kapasitas pelayanan dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Kami terus memantau perkembangan arus kendaraan dan penumpang secara berkala, sekaligus menyesuaikan pola operasi kapal dengan kondisi aktual di lapangan, dan alhamdulillah perkembangan antrean yang semakin terkendali menjadi bagian dari proses pemulihan layanan yang terus kami dorong," katanya.

Ia menyebutkan, dari data operasional pergerakan pengguna jasa di Pelabuhan Ketapang tetap menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi, pada Rabu (30/9) jumlah penumpang tercatat sebanyak 19.101 orang dengan 5.881 kendaraan, atau meningkat 4,57 persen dibandingkan hari sebelumnya, sementara pada Kamis (1/10), jumlah penumpang tercatat sebanyak 19.942 orang dengan jumlah kendaraan sebanyak 5.745 unit.

Menurut Heru, ASDP terus menyesuaikan kapasitas layanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk agar arus penumpang dan kendaraan dapat terlayani secara optimal.

"Saat ini sebanyak 27 kapal dioperasikan melalui sejumlah dermaga di Pelabuhan Ketapang, terdiri dari lima kapal di Dermaga MB I, lima kapal di Dermaga MB III, 12 kapal di Dermaga LCM dan lima kapal di Dermaga MB IV," katanya.

General Manajer ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto menambahkan kelancaran layanan tidak hanya bergantung pada jumlah kapal yang beroperasi, tetapi juga pada pengaturan distribusi kendaraan, pemanfaatan fasilitas dermaga, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di lapangan.

"Kami memahami bahwa kelancaran penyeberangan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat maupun distribusi logistik, oleh karena itu setiap perkembangan di lapangan terus kami respons dengan pengaturan operasional yang dinamis," katanya.

Ia menyampaikan bahwa ASDP juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi antrean di kedua sisi pelabuhan (Ketapang dan Gilimanuk) serta pergerakan kapal secara berkala.

"Pengaturan operasional akan terus disesuaikan dengan kondisi lalu lintas kendaraan, kapasitas dermaga, kesiapan armada dan aspek keselamatan pelayaran," kata Media.