NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap penyelenggaraan festival kuliner seperti Festival Jajanan Bango (FJB) 2026 bisa mendorong peningkatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta Juremi menyampaikan bahwa mayoritas pelaku UMKM yang mendapat fasilitasi dari pemerintah melalui program Jakpreneur bergerak dalam bidang usaha kuliner.
"Kalau kami menyebutnya itu KFC: Kuliner, Fashion, Craft, itu tiga sektor yang paling banyak diikuti oleh teman-teman Jakpreneur di Jakarta," katanya pada acara pembukaan FJB 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat, Sabtu.
Juremi menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dengan pemangku kepentingan terkait lain dalam upaya untuk mendukung pengembangan UMKM secara berkelanjutan.
"Tentu Jakarta selaku pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, karena kalau kita ngomong APBD Jakarta hanya 79,59 triliun, kecil sekali kalau kita ngomong ekonomi Jakarta PDRB-nya itu hampir 4.000 triliun. Bayangkan tu hanya 1,9 persen," katanya.
Juremi mengatakan bahwa pemerintah provinsi mengapresiasi penyelenggaraan festival-festival kuliner untuk membantu mempromosikan produk pelaku UMKM di daerah.
Ia berharap FJB 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu (24/10) dan Minggu (25/10) dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku UMKM di Jakarta.
FJB 2026 menghadirkan lebih dari 50 stan kuliner dalam empat kelompok, yaitu Kreasi Asli Indonesia, Kreasi Fusion, Kreasi Bites, serta Kreasi Dessert & Drinks.
Pengunjung bisa merasakan aneka sajian kreatif selama festival, termasuk tempe orek tiramisu, es cendol spesial Kecap Bango, butterscotch Mallika, hingga soy caramel cheesecake salt bread.