Di lokasi, sudah tersedia 4,7 ton dry ice bantuan dari pemerintah pusat. Namun, pesawat belum bisa terbang untuk menabur dry ice karena terkendala kabut asap tebal yang memengaruhi jarak pandang.
"Kita ingin ini segera (ditangani), tapi terhalang dengan visibility karena ada aturan dalam penerbangan itu jarak pandang tertentu baru bisa terbang," imbuhya.
Herman menjelaskan ada perbedaan kondisi asap dibanding hari sebelumnya. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kabut tebal pagi ini tidak hanya berasal dari partikel asap karhutla, melainkan bercampur dengan uap air akibat kelembapan tinggi.