NADIKABAR.COM — IRS (27), pelaku penembakan airsoft gun di Jalan Laksda Adisucipto, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (27/8) lalu, mengaku menembak korbannya sebanyak enam kali. Dalam aksinya itu, tiga tembakan mengenai korban.
KBO Satreskrim Polresta Sleman, Ipda Kiswanto mengatakan total pelaku dalam kasus ini berjumlah empat orang, IRS salah satunya. IRS sendiri berperan sebagai eksekutor.
"Korban ini acak, dia ndak ada masalah dengan orang itu. Enam kali tembak kalau pengakuan pelaku, yang kena tiga kali kena, punggung," terang Kiswanto dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Kamis (27/8/2026).
Adapun airsoft gun yang dipakai IRS, kata Kiswanto, adalah milik salah satu pelaku yang belum diamankan.
"Airsoft gun ini bukan milik pelaku, tapi milik salah satu teman pelaku yang belum tertangkap," ungkapnya.
Polisi masih terus memburu 3 pelaku lainnya untuk mendalami motif sebenarnya. Ada dugaan, para pelaku sengaja melakukan tindakan ini dan sengaja merekamnya.
"Yang menembak yang kita amankan ini. Peran pelaku lain ada yang membawa sajam jenis celurit, terus ada yang menjadi joki, dan ada yang merekam video. Kemungkinan sengaja membuat konten untuk diperlihatkan ke temen-temennya," paparnya.
"Ndak (para pelaku bukan tetangga), alamatnya ndak sama. Dulu memang mereka berteman lama dan di dalam sebuah geng, namun mereka mungkin bertemu lagi terus melakukan kejahatan ini," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pemotor dipepet lalu ditembak airsoft gun oleh orang tak dikenal hingga mengenai perut bagian belakang. Korban adalah mahasiswa berinisal ARP (17) yang saat kejadian hendak pulang dari Solo Jawa Tengah, pada Minggu (2/8) dini hari.
"Sekitar Jam 02.00 WIB, sesampainya di jalan Laksda Adi Sutjipto dekat dengan Hotel Platinum, pelapor tiba-tiba di pepet oleh pelaku berboncengan dan diteriakin," papar Kiswanto.
"Lalu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan mengeluarkan senjata Airsoft gun langsung di tembakkan ke pelapor mengenai bagian punggung yang mengakibatkan luka terbuka dan bengkak," pungkasnya.