NADIKABAR.COM — Peqho Teater kembali menghentak panggung seni pertunjukan Tanah Air. Kali ini, kelompok teater yang berdiri sejak 2002 tersebut memboyong karya terbaru bertajuk Monda Pelesiran, sebuah pertunjukan roadshow yang memadukan monolog dan performing art berbahasa Sunda dalam sajian kontemporer.Tur ini dijadwalkan menyapa publik di lima kota besar Indonesia sepanjang November hingga Desember 2026, meliputi Surakarta, Yogyakarta, Depok, Bandung, dan Jakarta. Monda Pelesiran menawarkan pengalaman unik bagi penikmat seni dengan menyajikan tiga pertunjukan sekaligus dalam satu panggung.
Pertama, Copong (Kosong) sebuah monolog karya Nazarudin Azhar yang dimainkan oleh Aditya Lakon. Menggabungkan genre realis dan surealis, pertunjukan ini membedah keresahan serta kekosongan jiwa manusia di tengah kehidupan perkotaan.
Lalu Ngeunteung (Bercermin), naskah karya Teddi Muhtadin di bawah arahan sutradara Heksa Ramdono ini dimainkan secara apik oleh aktor pantomim Dede Dablo. Sajian surealis ini menggabungkan monolog dan gerak pantomim sebagai ajakan merefleksikan diri terhadap Sang Pencipta dan penghormatan kepada leluhur.
Terakhir ada MaAink (Terserah Gua), digarap langsung oleh Adjie N.A. sebagai penulis naskah dan sutradara, karya performing art kontemporer ini dimainkan oleh delapan aktor audisi lintas komunitas Jakarta. Mengangkat isu individualisme dan hiruk-pikuk arus informasi digital, pertunjukan ini ditutup secara emosional lewat lantunan tembang klasik Sunda, Pupuh Maskumambang.