Ia menjelaskan bahwa harga kedelai memang terus mengalami peningkatan dari semula Rp10 ribu per kilogram pada awal tahun kini harganya sudah menyentuh Rp11.450 per kilogram.

"Untuk pasokan aman, hanya saja keuntungan semakin menipis, karena kami tidak mungkin menaikkan harga jual tempe," katanya.

Yogha mengatakan setiap hari bisa memproduksi kedelai untuk dijadikan tempe sebanyak 2 kuintal. Untuk harga jual tempe yang diproduksi pun beragam mulai dari Rp900 sampai Rp2.500 tergantung ukuran.

"Harga tempe masih biasa, kami tidak menaikkan meski harga kedelai mengalami kenaikan. Namun kami juga mengurangi takaran agar bisa mendapatkan untung," ujarnya.

Sementara itu, VP of Corporate Communications and Sustainability FKS Group Beatrice Susanto mengatakan bahwa kunjungan FKS selaku importir kedelai ke sejumlah perajin tahu dan tempe ingin memastikan pasokan kedelai ditingkat perajin aman dan harga masih sesuai dengan arahan pemerintah.

"Kami pastikan pasokan kedelai aman dan harganya pun sesuai yang ditetapkan pemerintah," katanya.

Diketahui bahwa Harga Acuan Penjualan (HAP) untuk kedelai impor di tingkat perajin tahu dan tempe maksimal Rp12.000 per kg. Sementara HAP kedelai untuk kedelai lokal maksimal di harga Rp11.400 per kg. HAP kedelai tersebut diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 330 Tahun 2026.