"Kalau cuma ambil anting di tempat semula tanpa membawa anaknya, kita masih ya sudahlah. Tapi kalau dibawa kabur begini, kita syok banget. Pikiran saya sudah macam-macam, takut penjualan anak atau organ," ujar Juli.

Ketakutan Juli kian memuncak saat mengetahui lokasi tempat anaknya ditinggalkan oleh pelaku berada di tempat terpencil yang sepi dan jauh dari permukiman.

"Saya aja pas ke TKP bingung nggak tahu jalan, ternyata masuk ke pelosok-pelosok. Apalagi kakaknya itu ditemuinya sudah sampai daerah pergudangan dan pabrik yang jalanannya sepi banget kalau malam," ungkapnya.