NADIKABAR.COM — Polisi turun tangan membantu proses evakuasi dan penanganan ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Para santri mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Personel Polda Jawa Timur, Polresta Sidoarjo hingga polsek jajaran diterjunkan ke lokasi ponpes dan sejumlah rumah sakit tempat para santri mendapatkan perawatan.
Petugas juga melakukan pengamanan serta pengawalan ambulans yang membawa para santri ke rumah sakit. Pengaturan lalu lintas dilakukan agar proses evakuasi berjalan lancar dan para korban bisa segera mendapatkan penanganan medis.
Di Ponpes Manbaul Hikam, tim Dokkes Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo turut memberikan penanganan medis awal. Masjid ponpes dimanfaatkan sebagai lokasi sementara untuk pemeriksaan dan penanganan santri yang mengalami gejala kesehatan.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing mengatakan pihaknya prihatin atas kejadian tersebut. Selain santri Ponpes Manbaul Hikam, sejumlah siswa dari sekolah lain juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi MBG dari SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.
"Kami turut prihatin atas kejadian yang dialami para santri dan siswa. Semoga kondisi kesehatan mereka segera membaik dan sehat kembali," kata Christian Tobing kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).
Christian mengatakan Polresta Sidoarjo menerjunkan personel dari berbagai fungsi, termasuk tim Dokkes. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu proses evakuasi sekaligus memberikan dukungan dalam penanganan para korban.
"Kami menurunkan personel dari berbagai fungsi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan para santri. Ini merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan dari kepolisian," ujarnya.
Selain pengamanan dan pengawalan, polisi juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan seluruh proses penanganan korban berjalan dengan baik.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar proses penanganan dapat berjalan lancar dan para korban mendapatkan pelayanan yang diperlukan," imbuh Christian.
Kehadiran personel kepolisian di lokasi diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi dan penanganan medis sekaligus memberikan rasa aman kepada para santri, keluarga, serta pengelola pondok pesantren.