Kedua pendekatan tersebut harus berjalan beriringan. Sebab, sistem pangan yang tangguh bukan hanya mampu menyediakan makanan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan penghidupan yang layak kepada mereka yang memproduksinya.
Tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini semakin kompleks. Peningkatan produksi pangan memang memberikan harapan, tetapi persoalan distribusi, perubahan iklim, kualitas konsumsi, dan penyusutan lahan pertanian masih membutuhkan perhatian serius.
Salah satu persoalan utama adalah keterjangkauan harga pangan. Cadangan beras pemerintah yang mencapai jutaan ton tidak serta-merta menjamin harga pangan terjangkau di seluruh wilayah.
Rantai distribusi yang panjang, biaya logistik antarpulau, serta ketimpangan infrastruktur perdagangan dapat menyebabkan perbedaan harga yang cukup besar antara daerah produsen dan konsumen.
Kondisi tersebut paling dirasakan masyarakat berpendapatan rendah yang mengalokasikan sebagian besar penghasilannya untuk kebutuhan makanan. Ketika harga pangan meningkat, kemampuan mereka memenuhi kebutuhan gizi ikut tertekan.