NADIKABAR.COM — Pemerintah mencatat nilai perdagangan Indonesia dan Rusia mencapai 4,84 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2025, tumbuh 21,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 3,98 miliar dolar AS.
Sejumlah komoditas yang menjadi bagian penting dalam perdagangan kedua negara meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membahas penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia bersama Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov.
"Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (I-EAEU FTA). Saat ini, proses ratifikasi perjanjian tersebut telah mendekati tahap penyelesaian.