Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menawarkan untuk memperluas perlindungan penangkal nuklir Prancis kepada sekutu-sekutu Eropa lainnya, mengingat Prancis kini menjadi satu-satunya kekuatan nuklir di Uni Eropa sejak Brexit.

Menteri Pertahanan Prancis Catherine Vautrin menyatakan bahwa "memiliki kekuatan nuklir yang mandiri tidak menghalangi dilakukannya koordinasi."

Ia menambahkan, latihan gabungan dengan Inggris ini menunjukkan bahwa "kekuatan nuklir kami dapat berkontribusi secara lebih signifikan terhadap keamanan menyeluruh" NATO.