NADIKABAR.COM — Peretas menyerang infrastruktur informasi teknologi (IT) salah satu perusahaan patungan yang bertanggung jawab atas pembangunan terowongan dalam air antara Jerman dan Denmark, Fermen Link Contractors (FLC), sehingga hampir melumpuhkan proyek tersebut pada pekan ini.

Menurut surat kabar Bild dikutip pada Rabu, sejumlah peretas melumpuhkan infrastruktur teknologi informasi milik FLC pada Senin (12/10).

Sementara itu, perusahaan asal Denmark yang mengerjakan proyek tersebut, Femern A/S, mengaku pihaknya menerima informasi kejadian itu dari FLC.

Hingga berita disiarkan Bild, belum ada keterangan lanjutan mengenai tingkat kerusakan atau pelaku atas serangan siber tersebut.

Jerman dan Denmark tengah membangun terowongan sepanjang sekitar 17 km yang akan menghubungkan Kota Rodbyhavn di Pulau Lolland, Denmark dengan kota Puttgarden di Pulau Fehmarn, Jerman bagian utara.

Terowongan itu diperkirakan menjadi terowongan dalam air terpanjang di dunia yang mengurangi durasi perjalanan menjadi hanya 10 menit dengan mobil, dan tujuh menit dengan kereta api.

Pembukaan operasional terowongan ditargetkan secara bertahap hingga 2029, didahului oleh jalan raya, kemudian jalur kereta api.

Penerjemah: Bayu Prasetyo