NADIKABAR.COM β€” Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, bergerak melemah 17 poin atau 0,09 persen menjadi Rp17.933 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.916 per dolar AS.

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menilai pergerakan rupiah dipengaruhi peningkatan ekspektasi pengetatan kebijakan Federal Reserve (The Fed).

β€œData PMI (Purchasing Managers' Index) AS yang lebih kuat dari perkiraan secara signifikan meningkatkan ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan The Fed lebih lanjut, dengan pasar kini memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga hingga 50 bps (basis points) sepanjang sisa 2026,” ucapnya kepada NadiKabar di Jakarta, Jumat.