NADIKABAR.COM — Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai pergerakan rupiah dipengaruhi ketegangan antara AS dengan Iran yang meningkat.
“Muncul laporan bahwa Gedung Putih telah meminta opsi serangan militer terhadap Iran menjelang pemilu sela AS,” ungkapnya kepada NadiKabar di Jakarta, Jumat.
Kantor Berita Sputnik melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan tim keamanan nasional membahas sejumlah opsi untuk melanjutkan operasi militer berskala besar terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang, termasuk sebelum pemilu sela AS pada 3 November 2026.
Dalam laporan NBC News yang mengutip sumber dijelaskan bahwa beberapa pejabat pemerintahan Trump membahas strategi AS terkait Iran dan Yaman di pertemuan di Camp David pekan lalu. Setelah pertemuan tersebut, militer AS menyiapkan sejumlah opsi operasional baru untuk Trump, meskipun belum ada keputusan akhir yang diambil.