"Korban baru selesai pengambilan tindakan operasi, masih dalam observasi di Rumah Sakit Fatmawati," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo saat dihubungi wartawan.
Menantu pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas BYD, Eko Priyono (34), mengungkap kondisi ayah mertuanya setelah kecelakaan. Eko menyebutkan Hasan mengalami patah kaki hingga paru-paru bocor.
"Patah yang kaki. Kalau yang bagian badan pada retak sama itu, paru-parunya ada yang kena bocorlah sedikit gitu," kata Eko ditemui di tempat Hasan dirawat, RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).
Eko mengungkap operasi pada penyakit tersebut sudah dilakukan. Operasi tersebut, menurut dia, dilakukan pada Sabtu.
"Kalau operasi hari Sabtu pukul 15.00-lah, 3 sore. Dioperasinya bagian dari pundak sampai pinggang sama kaki," katanya.
Eko mengungkap Hasan kini dalam keadaan stabil. Meski begitu, Eko menyebutkan mertuanya masih belum bisa bicara.
"Kalau keadaan sih stabil, cuman Bapak sekarang belum bisa bicara. Dikarenakan masih dalam obat penenang, soalnya habis dioperasi. Dan sekarang saat ini juga Bapak lagi demam. Harus apa, obat antibiotiknya harus dikasih lebih tinggi lagi. Jadinya Bapak belum bisa bicara sama sekali. Kalau keadaan mah stabil katanya," ujar Eko
"Sekarang napasnya masih dibantu pakai selang. Belum bisa napas sendiri," tambahnya.
Sebelumnya, polisi menetapkan sopir mobil listrik BYD berinisial S (46) sebagai tersangka. S ditetapkan sebagai tersangka setelah menabrak empat mobil secara beruntun hingga melindas pengemudi ojek online (ojol) berinisial HS (56) di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"(Status) Sopir sebagai tersangka," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo saat dihubungi wartawan, Minggu (25/10).