Ia mengatakan bahwa salah satu kegiatan persiapan berlangsung di KPH Bandung Utara, di mana Perhutani bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN menebar benih pinus sebagai awal penyemaian bibit untuk musim tanam mendatang. Penebaran serupa digelar di 26 KPH lain. Benih pinus yang ditebar seluruhnya 162 kilogram.

Wawan mengatakan keberhasilan menjaga fungsi hutan bergantung pada mutu bibit dan ketepatan jadwal tanam. Penanaman musim 2026, lebih dari kerja rutin operasional karena menjadi wujud komitmen Perhutani merawat ekosistem hutan.

"Dengan 20 juta lebih bibit dari 31 jenis tanaman untuk 26 ribu hektare di 57 KPH, kami ingin setiap petak lahan diurus secara terukur dan berdaya guna. Hasilnya diharapkan seimbang, baik secara ekologis maupun ekonomi, bagi masyarakat dan negara," ujar dia.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Perusahaan Umum BP BUMN Muhammad Khoerur Roziqin mengatakan penyemaian itu menjadi cara Perhutani sebagai pengelola hutan di Pulau Jawa, menjaga agar pasokan bibit unggul untuk penghijauan tidak putus.