NADIKABAR.COM β Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) menekankan pentingnya kepastian dan konsistensi kebijakan insentif kendaraan listrik untuk mendukung keberlanjutan industri serta memperluas adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Wakil Ketua Umum Periklindo Bidang Pengembangan dan Penelitian Prabowo Kartoleksono mengatakan kejelasan kebijakan diperlukan agar produsen dapat menyusun strategi produksi dan penjualan, termasuk dalam mengelola persediaan kendaraan dan komponen.
βKepastian kebijakan dibutuhkan agar pelaku industri dapat menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi pasar, baik ketika pemerintah melanjutkan insentif maupun ketika memilih untuk tidak memberikan subsidi,β kata dia di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, ketidakpastian mengenai realisasi subsidi membuat sebagian konsumen memilih menunda pembelian untuk menunggu kejelasan program. Kondisi tersebut turut memengaruhi perencanaan bisnis produsen yang telah menyiapkan stok untuk mengantisipasi permintaan.
Prabowo menjelaskan, ketidakjelasan program subsidi juga memengaruhi perilaku konsumen. Sebagian besar calon pembeli memilih menunggu karena khawatir subsidi akan diberikan setelah mereka sudah terlanjur membeli kendaraan.
βKonsumen tentu akan menunda pembelian, 'kalau saya beli sekarang, bagaimana jika misalnya minggu depan turun kebijakan subsidi', dan nilai subsidi itu tidak kecil bagi pembeli,β katanya.
Menurut Prabowo, situasi tersebut dapat membuat calon konsumen menunda pembelian, sementara produsen menghadapi ketidakpastian dalam menentukan jumlah produksi dan mengelola persediaan.
Ia mengungkapkan, sejumlah produsen motor listrik lokal yang telah menyiapkan stok menghadapi kesulitan ketika penjualan tidak sesuai dengan perkiraan. Prabowo menyoroti sejumlah perusahaan telah gulung tikar tidak sedikit produsen yang sedang mengalami kesulitan.
Karena itu, ia berharap pemerintah dapat menyampaikan kebijakan subsidi secara konsisten dan transparan sehingga industri memiliki kepastian dalam menjalankan usaha, merencanakan produksi, serta mengembangkan pasar motor listrik nasional.
Diketahui hingga saat ini pemerintah masih menggodok rencana pemberian subsidi untuk motor listrik, yang awalnya direncanakan untuk dapat diterapkan paling cepat September 2026.