NADIKABAR.COM — Dokter spesialis anak dr. Mulki Angela, SpA, PhD menyampaikan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi salah tindakan preventif menghadapi musim peralihan atau pancaroba.

“Biasakan mencuci tangan dengan air dan sabun, sebelum makan ataupun setelah bermain, mandi secara teratur, mengganti pakaian secara teratur, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan,” kata Mulki kepada NadiKabar di Jakarta, Sabtu.

Kemudian, membersihkan genangan air atau melaksanakan gerakan 3M Plus untuk pencegahan demam berdarah.

Ia juga mengingatkan agar kebutuhan cairan atau minum yang cukup terutama pada anak juga harus diperhatikan dalam menghadapi baik itu di musim kemarau, pancaroba, maupun musim hujan.

“Karena cairan sangat penting untuk tubuh anak kita. Kemudian siapkan juga obat-obatan emergency, misalnya obat penurun panas, harus tersedia di rumah,” tutur dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Sementara itu dalam meningkatkan daya tahan tubuh, kata Mulki, dengan memastikan asupan nutrisi melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, serta imbangi dengan aktivitas fisik dan tidur yang cukup.

Mulki menambahkan dalam menjaga daya tahan tubuh seperti pemberian suplementasi tambahan biasanya pada anak seperti vitamin D karena selain untuk kesehatan tulang, juga berfungsi untuk daya tahan tubuh.

“Jadi pada keluarga boleh kita berikan asupan suplemen vitamin D,” imbuh dia.

Mulki mengatakan untuk pencegahan penularan penyakit, penting untuk menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit dan menggunakan masker.

Orang tua juga perlu mengajarkan anak menerapkan etika batuk serta memastikan imunisasi diberikan secara lengkap.

Selain menjaga kesehatan dalam menghadapi musim hujan, orang tua disarankan menyiapkan perlengkapan bagi anak, seperti jas hujan dan payung, pakaian ganti jika diperlukan serta alas kaki yang aman digunakan saat kondisi lingkungan basah.

Menurut Mulki, menghadapi masa peralihan musim atau pancaroba yang saat ini berlangsung, dari musim kemarau menuju musim hujan, serta kondisi tahun ini yang terdampak El Nino dan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah, mengakibatkan potensi masalah kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), baik akibat infeksi virus ataupun bakteri misalnya influenza A yang sedang marak.

Selain itu, pada daerah terdampak karhutla juga berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Mulki mengatakan, saat ini mulai memasuki musim hujan, penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD) juga berpotensi meningkat.

“Kondisi keterbatasan air bersih, dapat menimbulkan risiko infeksi saluran cerna, seperti diare dan muntah, juga bisa jadi ada infeksi kulit, ujar Mulki, yang berpraktik di RSU Bunda Jakarta.