Sebagai dua negara yang kaya akan sumber daya, Indonesia dan Mongolia, menurut Irene, juga akan mendapat manfaat dari pertukaran praktik terbaik dalam eksplorasi dan pengolahan mineral.
"Melalui forum ini, kami berharap dapat mempelajari prioritas Mongolia karena kemitraan, tentu saja, harus selalu bersifat timbal balik. Pemerintah kami berkomitmen untuk memajukan agenda ini," tambah Irene.
Dari perspektif KBRI, Irene menyebut ada tiga prioritas utama yang menonjol dalam hubungan Indonesia dengan Mongolia.
"Pertama, diversifikasi perdagangan. Hubungan ekonomi kita harus melampaui sektor farmasi, yang telah menjadi landasan kerja sama selama beberapa dekade. Indonesia siap memperkenalkan berbagai macam produk yang lebih luas," ungkap Irene.
Irene menyebut, Indonesia siap mendatangkan produk-produk makanan olahan, minuman, peralatan listrik, teksil yang akan mendukung modernisasi.
"Sektor-sektor ini tidak hanya layak secara komersial, tetapi juga saling melengkapi dengan permintaan konsumen Mongolia yang terus meningkat. Saya menyebutkan tekstil. Saat ini saya sedang mengenakan syal Gobi Mongolia," kata Irene.
Prioritas kedua adalah kemitraan investasi karena Indonesia dan Mongolia sama-sama diberkahi dengan sumber daya mineral yang melimpah.
"Dengan berbagi keahlian dalam eksplorasi, ekstraksi, dan pengolahan hilir, kita dapat menciptakan kemitraan yang menambah nilai pada bahan baku dan menciptakan lapangan kerja," ungkap Irene.